Sebenarnya kumpulan kalimat ini diambil dari buku fiksi, semacam kumpulan cerita yang desain sampulnya bikin ngakak. Entah ya kok salah satu ide cerita di buku itu cocok sama yang aku pikirkan. Nah ini diambil dari novel Ayat Amat Cinta, bagian Gadis Pilihan Ayat oleh Asma Naadia. Dari halaman 214. Ceritanya sih tentang si Ayat seorang apa ya ikhwan keren (cakep, punya pekerjaan oke, mapan dsb dst). Nah dia itu lagi cari calon istri. Tapi nggak nemu-nemu karena kriterianya yang tinggi. Ini ada beberapa paragraf yang aku ambil yang pas bener sama apa yang kupikirkan.
Sebetulnya sudah banyak teman-teman muslimahku yang komentar soal kecenderungan teman-teman muslim yang maunya hanya dengan yang cantik-cantik, yang putih, yang tinggi, ya ….kayak Ayat itu. Yang lebih parah lagi juga banyak. Kalo Ayat mungkin rada wajar juga, mengingat tongkrongannya yang keren habis. Nah ikhwan yang nuntut punya istri cantik dan lain-lain padahal dianya biasa saja atau malah kurang dari biasa lebih banyak lagi. Barangkali rada kasar juga ya ..kalau dibilang nggak ngaca? Atau nggak tahu diri? Aduhhh sadis amat! Tapi mereka juga sadis. Mengalahkan kecantikan dalam, kecantikan hati untuk seseatu yang akan pudar ditelan masa. Sementara itu di sisi lain seolah ada semacam keharusan bagi muslimah untuk menerima setiap lelaki shalih yang datang melamarnya, tanpa boleh melihat fisik sama sekali. Nah ini kan nggak adil. Tapi salahnya muslimah juga kali ya? Mau diperlakukan begitu. He he he he
Nah itu tuh. Nanti kalo ada muslimah yang berani nolak lelaki yang kayak gitu dibilangnya sombong, sok-sokan dan sebagainya. Sembrono, nanti kena kutuk jadi perawan tua … kapok lu. Yah begitulah akhirnya muslimah lagi yang kena. Padahal kalau misalnya dipikir dalam keadaan yang logis ya wajar saja kalau seorang wanita menginginkan calon suami yang sepadan. Memang sih kriteria memilih pasangan hidup yang utama adalah agama tapi kan yang seterusnya (harta, keturunan dan fisik) boleh juga dijadikan pertimbangan setelah melihat agamanya.




Recent Comments