Menyeberang Selat Sunda



Sebenarnya sih sudah beberapa kali menyeberang selat Sunda. Secara sudah pernah pergi ke Bandung dan pulang juga lewat jalur darat. Tapi yang spesial (bagiku !!) dari pengalaman kali ini adalah menyeberang di siang hari. Waktu itu tanggal 25 Mei 2009. Agen bus PUTR* RE**JA sih bilang jam 9 pagi sudah bakal sampai Lampung eh ternyata ternyata jam 11 siang baru mau masuk kapal. Accros the Sunda Strait leaving behind my Java Island. How sad. Kanashii ne !!! Yah daripada jengkel-jengkel nggak karuan, mana jengkel juga mau sama siapa ya menikmati aja pemandangan selama menyeberang. Di dalam bus kenalan sama orang yang ada di sebelah. Beliau bernama Ibu Bowo. Beliau juga yang banyak membantu selama perjalanan naik bus. Maklum baru pertama kali naik bus sampai sejauh Lampung. Di dalam kapal, Ibu Bowo memilih untuk istirahat saja di dalam kapal. Untuk catatan aja ibu Bowo ini ternyata satu tempat tinggal sama aku di Gula Putih Mataram Site, malahan beliau ini ibu teman di Fakultas tercinta Teknologi Pertanian Gadjah Mada (lebay mode : on). Ya sudah di luar melihat sejauh mata memandang laut yang diselingi pulau-pulau. Subhanallah indahnya. Atau mungkin biasa saja tapi karena aku katrok jadi terlihat luar biasa indah. Tapi bagiku itu pemandangan yang luar biasa indah. Melihat daratan di tengah lautan. Bagaimana ya rasanya …. yah yang ada di depan mata seperti mengajak untuk berpikir betapa sempurnanya yang menciptakan pulau-pulau di tengah lautan itu. Alangkah kecilnya manusia, tapi kadang dia sombong seolah-olah bisa menguasai dunia. Awalnya milih duduk ditempat yang umum, yang nggak perlu bayar. Tapi karena di kapal penyeberangan ternyata panas, Campur aduk jadi satu dam ada banyak asap rokok dimana-mana akhirnya diputuskanlah sudah untuk naik ke lantai 2 untuk cari tempat yang lebih nyaman. Betul juga, dengan merogoh kocek cuma 5000 sudah dapat tempat duduk empuk dengan asap rokok yang minimal. Benci juga sama perokok-perokok ini. Pengennya sih teriak ” mana hakku untuk menghirup udara segara ???? ” Tapi ya disimpan dalam hati saja. Mana mereka mengerti, ngurus kesehatan sendiri aja nggak mengerti. Turun dari kapal penyeberangan kira-kira jam 1 lebih. Rute Merak-Bakauheni membutuhkan waktu kira-kira 2,5 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan naik bus PUTR* RE**JA yang katanya eksekutif tapi nggak eksekutif. Namanya pengalaman pertama pasti masih banyak kacaunya. Sama seperti pengalaman pertama menyerberang selat Sunda di siang hariku ini. Kacau. Banyak hal yang tidak dipersiapkan dengan baik. Tapi ya dari pengalaman ini, pastinya aku bisa mengambil pelajaran untuk perjalanan berikutnya. He he he

Leave a Reply