Mr. Peabody’s Apples by Madonna (You won’t know how to deal with gossip)
Aku punya buku bagus. Buku anak-anak sih, lengkap dengan gambar-gambar berwarnanya yang eye catching. Ceritanya tentang seorang anak bernama Billy Little di kota Happyville. Dia menyukai bisbol dan guru pelatihnya yang bernama Mr. Peabody. Pada suatu hari Tommy, salah satu murid Mr. Peabody melihatnya melewati toko buah Mr. Fukandeli, mengambil apel yang paling mengkilat, menaruhnya di kantung kertasnya dan terus berjalan. Tommy merasa aneh karena Mr. Peabody mengambil apel tanpa membayarnya. Dia kemudian memberitahukan hal ini pada teman-temannya. Hal itu juga terjadi pada sabtu berikutnya setelah pertandingan bisbol. Tommy dan teman-temannya melihat Mr. Peabody mengambil apel, memasukkan ke dalam kantung kertasnya dan berjalan pergi tanpa membayar. Lalu Tommy dan teman-temannya memberi tahu orang tua mereka, kemudian tetangga mereka dan seterusnya dan seterusnya (kota tempat tinggal mereka bukan kota yang besar). Pada hari sabtu berikutnya lagi, Mr. Peabody berdiri sendirian di lapangan bisbol, bertanya-tanya dimanakah semua orang. Yang datang hanya Billy Little saja dan dia memberitahu Mr. Peabody bahwa semua orang di kota telah menganggap dia pencuri apel. Akhirnya dia mengajak Billy menemui Mr. Fukandeli dan menjelaskan semuanya sementara selama perjalanan orang-orang sudah tidak mau lagi bertegur sapa dengan Mr. Peabody. Sesampainya di toko buah, Mr. Fukandeli menjelaskan bahwa Mr. Peabody selalu sudah membayar apelnya ketika dia mengambil susunya di pagi hari. Mengetahui kenyataan itu, Billy Little menjelaskan pada Tommy apa yang sebenarnya terjadi. Tommy segera menemui Mr. Peabody di rumahnya dan meminta maaf, dia ingin melakukan seseatu untuk memperbaiki semuanya. Mr Peabody kemudian mengajaknya pergi ke lapangan bisbol dengan membawa bantal berisi bulu. Di lapangan bisbol, Mr. Peabody memnta Tommy untuk membuka bantal dan mengguncang-guncangnya supaya bulunya beterbangan. Walaupun bingung dia tetap melakukannya juga. (berikutnya mengutip langsung dari buku terjemahaannya)
Tommy tampak lega, katanya ” Itu sajakah yang harus kulakukan untuk memperbaiki semuanya? “
” Satu lagi, ” uar Mr. Peabody. ” Sekarang kau harus pergi dan memunguti semua bulu itu. “
” Kurasa tidak mungkin memunguti semua bulu itu, ” sahut Tommy.
” Sama tidak mungkinnya untuk memperbaiki kerusakan yang telah kaulakukan dengan menyebarkan gosip bahwa aku pencuri, ” kata Mr. Peabody. ” Setiap bulu mewakili seorang penduduk Happyville. “
Hening lama, Tommy mulai mengerti apa yang dikatakan Mr. Peabody
Yah pesan akhir dari Mr. Peabody untuk Tommy adalah jangan terlalu cepat menghakimi orang dan ingatlah akan kekuatan kata-katamu. Ya benar sekali. Kata-kata memang kuat efeknya. Tentu saja dari ilustrasi cerita di atas bisa dilihat bagaimana efek sebuah gosip bisa menghancurkan hubungan baik seseorang. Betapa sering orang tidak pernah berpikir ketika berbicara. Ya karena mereka bukan victim atau setidak-tidaknya karena mereka bukan orang yang dirugikan akibat kata-kata itu. Tidak cuma itu, akan selalu ada pihak yang dirugikan oleh gosip itu baik yang digosipkan maupun orang lain sementara penyebar gosip dan beberapa orang yang lain menganggapnya hanya sebuah kata-kata candaan yang tidak penting. Hopefully setelah membaca cerita di atas, kita jadi ngerti dan mikir-mikir jika mau menyebarkan berita yang belum diklarifikasi kebenarannya.


Leave a Reply