Gue Berani Bermimpi (part II)
Wah pake part II segala, iya sih masalahnya ini terusan postingan yang pertama.
Bagian 2 Dimana Kamu Bisa Menemukan Apa Yang Kamu Inginkan
Bayangkan rasanya waktu dulu kita mau pendadaran. Oke sih mungkin kamu bilang ‘aku baik-baik saja, ok kok. nggak deg-degan. nggak nervous’ Tapi semakin mendekati waktu pendadaran. Detak jantung akan bertambah cepat. Akhirnya jadi gugup juga. Tambah pula waktu dipanggil ke dalam ruangan untuk mempresentasikan hasil penelitian kita. Wah … pokoknya rasanya nggak enak banget. Nah teman, begitulah rasanya keluar dari apa yang disebut sebagai zona nyaman kita. Perut teraduk-aduk, detak jantung semakin cepat, gugup dsb. Orang yang sudah merasa nyaman disebuah kondisi pastinya akan mencoba mempertahankan kenyamanan itu danĀ biasanya jadi males untuk bergerak ke arah yang tidak nyaman. Okelah mungkin untuk posting yang ini bahasanya kurang teratur dan kacau. Maklumlah masih di kantor. Tadi ada ultimatum dari bos belum boleh pulang. Walah malah jadi curhat, oke diteruskan ke topik. Jadi begini, orang itu ketika sudah nyaman biasanya males mencoba hal-hal yang mengganggu kenyamanan itu. Orang cenderung memilih untuk tetap merasa nyaman. Karena keluar dari zona nyaman kita itu begitu menakutkan. Padahal apa yang kita inginkan berada di luar zona nyaman kita. Apakah itu kesehatan yang lebih baik (misal dengan memaksa diri membuka mata di pagi hari untuk olahraga), cinta (misal dengan love confession), uang (misal dengan bekerja jauh dari rumah), atau sebuah tujuan pribadi yang penting untuk kita, semua yang kita inginkan menunggu diluar zona nyaman kita. Nah untuk mencapai yang kita inginkan kita harus memperlebar zona nyaman kita dengan ‘bite the bullet’ dan menapak ke zona kemungkinan kita. Awalnya tidak akan pernah nyaman tapi lama-lama kita akan terbiasa dan zona nyaman kita akan perlahan-lahan berkembang untuk dapat mencakup hal-hal yang kita inginkan dari hidup. Kemudian di lain waktu ketika kamu mengalami hal-hal yang memuakkan dengan keluar dari zona nyamanmu, jangan merasa malu dari hal itu, sebagai gantinya malah beranilah melangkah dan mengambil langkah awal menggapai apa yang kau inginkan. Faktanya ya semakin sering kita keluar dari zona nyaman kita dan mengalami pengalaman yang memuakkan itu, semakin cepat pula kita mewujudkan mimpi kita. Nah tips yang bisa kita lakukan adalah mereview tujuan dan mengenal aksi yang kau lakukan untuk mencapai mimpi itu, memutuskan untuk segera beraksi secepat mungkin, kemudian ketika sudah beraksi perhatikan bagaimana rasanya keluar dari zona nyamanmu. Yang terakhir praktekkan bagaimana membuat diri nyaman ketika keluar dari zona nyaman tersebut. Ya bisa dibilang membuat diri sendiri enjoy dengan keadaan tersebut. Kalau peribahasa sih berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Leave a Reply