June 25, 2009 by errynosanctuary
Monday come again !!!!s Itulah pikiranku pertama kali ketika hari senin tiba. Kerja lagi nih. Dengan muka tersenyum dan hati biasa saja akhirnya setelah jemputan datang, nongkronglah aku di belakang. Begitu melewati lahan tebu di dekat housing agak kaget juga. Soalnya udah pada ditebang. Sebagian udah pada diangkut ke dalam trailer. “Jadi… jadi.. semalam ada pembakaran massal to ” pikirku. Pembakaran massal pohon tebu. Menarik dan melihatnya membuat semakin penasaran ingin tahu bagaimana tebangan tebu itu. Tapi ya karena posisi cuma lewat ya melihatnya sebisanya saja. Rasanya jadi ….. bagaimana ya melukiskannya??? Luas tapi gundul. Lho kok?? Ya soalnya tebunya sudah nggak ada jadi tinggal hamparan tanah berwarna coklat. Dua hari berikutnya selesai kerja di kantor mencoba naik motor di sepanjang jalan housing I – kantor admin. Trus berhenti di pinggir jalan buat lihat lahan yang lagi pasca olah dengan traktor dan lahan yang lagi diirigasi. Pas saat itu ada trailler lewat. Momennya pas banget ni, pikirku. Seneng melihatnya soalnya trailler dan sebagainya ini masih tergolong barang baru di mataku. Tapi agak jengkel juga begitu debu yang tebal menerpa semua ke wajah. Duuh batukku makin parah nih. Sebenarnya debunya sih nggak terlalu masalah. Yang agak mengganggu tu cuma buruh tebangnya. Duuuh suaranya itu lho, kayak mulutnya itu benda bebas yang boleh mengeluarkan suara apa saja tanpa melihat norma kesopanan. Tapi ya cueklah soalnya pas posisi mereka pada naik head truck. Kalo mereka lagi jalan ya ampun saja kalo disuruh stop di pinggir jalan sendirian walaupun cuma sekedar ambil foto. Akhirnya bisa ambil foto lahan setelah tebangan dan di posting di blog.



Posted in Life | Leave a Comment »
June 20, 2009 by errynosanctuary



Sebenarnya sih sudah beberapa kali menyeberang selat Sunda. Secara sudah pernah pergi ke Bandung dan pulang juga lewat jalur darat. Tapi yang spesial (bagiku !!) dari pengalaman kali ini adalah menyeberang di siang hari. Waktu itu tanggal 25 Mei 2009. Agen bus PUTR* RE**JA sih bilang jam 9 pagi sudah bakal sampai Lampung eh ternyata ternyata jam 11 siang baru mau masuk kapal. Accros the Sunda Strait leaving behind my Java Island. How sad. Kanashii ne !!! Yah daripada jengkel-jengkel nggak karuan, mana jengkel juga mau sama siapa ya menikmati aja pemandangan selama menyeberang. Di dalam bus kenalan sama orang yang ada di sebelah. Beliau bernama Ibu Bowo. Beliau juga yang banyak membantu selama perjalanan naik bus. Maklum baru pertama kali naik bus sampai sejauh Lampung. Di dalam kapal, Ibu Bowo memilih untuk istirahat saja di dalam kapal. Untuk catatan aja ibu Bowo ini ternyata satu tempat tinggal sama aku di Gula Putih Mataram Site, malahan beliau ini ibu teman di Fakultas tercinta Teknologi Pertanian Gadjah Mada (lebay mode : on). Ya sudah di luar melihat sejauh mata memandang laut yang diselingi pulau-pulau. Subhanallah indahnya. Atau mungkin biasa saja tapi karena aku katrok jadi terlihat luar biasa indah. Tapi bagiku itu pemandangan yang luar biasa indah. Melihat daratan di tengah lautan. Bagaimana ya rasanya …. yah yang ada di depan mata seperti mengajak untuk berpikir betapa sempurnanya yang menciptakan pulau-pulau di tengah lautan itu. Alangkah kecilnya manusia, tapi kadang dia sombong seolah-olah bisa menguasai dunia. Awalnya milih duduk ditempat yang umum, yang nggak perlu bayar. Tapi karena di kapal penyeberangan ternyata panas, Campur aduk jadi satu dam ada banyak asap rokok dimana-mana akhirnya diputuskanlah sudah untuk naik ke lantai 2 untuk cari tempat yang lebih nyaman. Betul juga, dengan merogoh kocek cuma 5000 sudah dapat tempat duduk empuk dengan asap rokok yang minimal. Benci juga sama perokok-perokok ini. Pengennya sih teriak ” mana hakku untuk menghirup udara segara ???? ” Tapi ya disimpan dalam hati saja. Mana mereka mengerti, ngurus kesehatan sendiri aja nggak mengerti. Turun dari kapal penyeberangan kira-kira jam 1 lebih. Rute Merak-Bakauheni membutuhkan waktu kira-kira 2,5 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan naik bus PUTR* RE**JA yang katanya eksekutif tapi nggak eksekutif. Namanya pengalaman pertama pasti masih banyak kacaunya. Sama seperti pengalaman pertama menyerberang selat Sunda di siang hariku ini. Kacau. Banyak hal yang tidak dipersiapkan dengan baik. Tapi ya dari pengalaman ini, pastinya aku bisa mengambil pelajaran untuk perjalanan berikutnya. He he he
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
April 30, 2009 by errynosanctuary
Aku punya buku bagus. Buku anak-anak sih, lengkap dengan gambar-gambar berwarnanya yang eye catching. Ceritanya tentang seorang anak bernama Billy Little di kota Happyville. Dia menyukai bisbol dan guru pelatihnya yang bernama Mr. Peabody. Pada suatu hari Tommy, salah satu murid Mr. Peabody melihatnya melewati toko buah Mr. Fukandeli, mengambil apel yang paling mengkilat, menaruhnya di kantung kertasnya dan terus berjalan. Tommy merasa aneh karena Mr. Peabody mengambil apel tanpa membayarnya. Dia kemudian memberitahukan hal ini pada teman-temannya. Hal itu juga terjadi pada sabtu berikutnya setelah pertandingan bisbol. Tommy dan teman-temannya melihat Mr. Peabody mengambil apel, memasukkan ke dalam kantung kertasnya dan berjalan pergi tanpa membayar. Lalu Tommy dan teman-temannya memberi tahu orang tua mereka, kemudian tetangga mereka dan seterusnya dan seterusnya (kota tempat tinggal mereka bukan kota yang besar). Pada hari sabtu berikutnya lagi, Mr. Peabody berdiri sendirian di lapangan bisbol, bertanya-tanya dimanakah semua orang. Yang datang hanya Billy Little saja dan dia memberitahu Mr. Peabody bahwa semua orang di kota telah menganggap dia pencuri apel. Akhirnya dia mengajak Billy menemui Mr. Fukandeli dan menjelaskan semuanya sementara selama perjalanan orang-orang sudah tidak mau lagi bertegur sapa dengan Mr. Peabody. Sesampainya di toko buah, Mr. Fukandeli menjelaskan bahwa Mr. Peabody selalu sudah membayar apelnya ketika dia mengambil susunya di pagi hari. Mengetahui kenyataan itu, Billy Little menjelaskan pada Tommy apa yang sebenarnya terjadi. Tommy segera menemui Mr. Peabody di rumahnya dan meminta maaf, dia ingin melakukan seseatu untuk memperbaiki semuanya. Mr Peabody kemudian mengajaknya pergi ke lapangan bisbol dengan membawa bantal berisi bulu. Di lapangan bisbol, Mr. Peabody memnta Tommy untuk membuka bantal dan mengguncang-guncangnya supaya bulunya beterbangan. Walaupun bingung dia tetap melakukannya juga. (berikutnya mengutip langsung dari buku terjemahaannya)
Tommy tampak lega, katanya ” Itu sajakah yang harus kulakukan untuk memperbaiki semuanya? “
” Satu lagi, ” uar Mr. Peabody. ” Sekarang kau harus pergi dan memunguti semua bulu itu. “
” Kurasa tidak mungkin memunguti semua bulu itu, ” sahut Tommy.
” Sama tidak mungkinnya untuk memperbaiki kerusakan yang telah kaulakukan dengan menyebarkan gosip bahwa aku pencuri, ” kata Mr. Peabody. ” Setiap bulu mewakili seorang penduduk Happyville. “
Hening lama, Tommy mulai mengerti apa yang dikatakan Mr. Peabody
Yah pesan akhir dari Mr. Peabody untuk Tommy adalah jangan terlalu cepat menghakimi orang dan ingatlah akan kekuatan kata-katamu. Ya benar sekali. Kata-kata memang kuat efeknya. Tentu saja dari ilustrasi cerita di atas bisa dilihat bagaimana efek sebuah gosip bisa menghancurkan hubungan baik seseorang. Betapa sering orang tidak pernah berpikir ketika berbicara. Ya karena mereka bukan victim atau setidak-tidaknya karena mereka bukan orang yang dirugikan akibat kata-kata itu. Tidak cuma itu, akan selalu ada pihak yang dirugikan oleh gosip itu baik yang digosipkan maupun orang lain sementara penyebar gosip dan beberapa orang yang lain menganggapnya hanya sebuah kata-kata candaan yang tidak penting. Hopefully setelah membaca cerita di atas, kita jadi ngerti dan mikir-mikir jika mau menyebarkan berita yang belum diklarifikasi kebenarannya.

Posted in Books | Leave a Comment »
April 25, 2009 by errynosanctuary
Sebenarnya kumpulan kalimat ini diambil dari buku fiksi, semacam kumpulan cerita yang desain sampulnya bikin ngakak. Entah ya kok salah satu ide cerita di buku itu cocok sama yang aku pikirkan. Nah ini diambil dari novel Ayat Amat Cinta, bagian Gadis Pilihan Ayat oleh Asma Naadia. Dari halaman 214. Ceritanya sih tentang si Ayat seorang apa ya ikhwan keren (cakep, punya pekerjaan oke, mapan dsb dst). Nah dia itu lagi cari calon istri. Tapi nggak nemu-nemu karena kriterianya yang tinggi. Ini ada beberapa paragraf yang aku ambil yang pas bener sama apa yang kupikirkan.
Sebetulnya sudah banyak teman-teman muslimahku yang komentar soal kecenderungan teman-teman muslim yang maunya hanya dengan yang cantik-cantik, yang putih, yang tinggi, ya ….kayak Ayat itu. Yang lebih parah lagi juga banyak. Kalo Ayat mungkin rada wajar juga, mengingat tongkrongannya yang keren habis. Nah ikhwan yang nuntut punya istri cantik dan lain-lain padahal dianya biasa saja atau malah kurang dari biasa lebih banyak lagi. Barangkali rada kasar juga ya ..kalau dibilang nggak ngaca? Atau nggak tahu diri? Aduhhh sadis amat! Tapi mereka juga sadis. Mengalahkan kecantikan dalam, kecantikan hati untuk seseatu yang akan pudar ditelan masa. Sementara itu di sisi lain seolah ada semacam keharusan bagi muslimah untuk menerima setiap lelaki shalih yang datang melamarnya, tanpa boleh melihat fisik sama sekali. Nah ini kan nggak adil. Tapi salahnya muslimah juga kali ya? Mau diperlakukan begitu. He he he he
Nah itu tuh. Nanti kalo ada muslimah yang berani nolak lelaki yang kayak gitu dibilangnya sombong, sok-sokan dan sebagainya. Sembrono, nanti kena kutuk jadi perawan tua … kapok lu. Yah begitulah akhirnya muslimah lagi yang kena. Padahal kalau misalnya dipikir dalam keadaan yang logis ya wajar saja kalau seorang wanita menginginkan calon suami yang sepadan. Memang sih kriteria memilih pasangan hidup yang utama adalah agama tapi kan yang seterusnya (harta, keturunan dan fisik) boleh juga dijadikan pertimbangan setelah melihat agamanya.
Posted in Books | Leave a Comment »
April 22, 2009 by errynosanctuary
” Assalamualaikum ….. “
” Waalaikumsalam ….. bentar ya dek “
Akhir-akhir ini suara salam dari seorang anak kecil sering membuatku terburu-buru pakai jilbab dan membuka pintu. Fajar, itu namanya. Anaknya kecil, rambutnya cepak dan kulitnya hitam. Usianya kuperkirakan belum lebih dari 10 tahun. Fajar ini anak ibu Ning, ibu katering temanku. Dulu sih aku sempat katering di ibu Ning, cuma untuk lidahku yang orang Jawa asli ini (duh keluar kesukuannya) kurang cocok sama masakan ibunya yang ditambah seseatu jahe-jahean gitu yang pada dasarnya nggak match di lidahku. Nah balik ke Fajar. Beberapa waktu terakhir dia aktif sekali bantu ibunya nyebarin katering ke housing teman-teman kantor, termasuk ke housingku. Nah di saat-saat itu ada peristiwa yang bikin aku terhenyak dan mau nggak mau kubandingkan dengan keadaanku. Pada suatu hari ketika hujan lebat-lebatnya (hujan di kebun tebu sering nggak main-main, biasanya geledeknya lebih ngeri) dia masih tetep bantu ibunya ngantar katering ke housingku. Betapa kagetnya aku sehabis Maghrib itu ketika di tengah hujan lebat dengar salam dari anak kecil dan ketika membuka pintu kutemukan seorang anak kecil membawa kotak makanan katering di tangan yang hitam basah kuyup kedinginan namun masih dengan polos dan senyumnya mengatakan ” ini makanannya ….. ada wadah yang bisa dibawa enggak? “
Hal ini terjadi nggak cuma sekali dua kali. Setelah aku perhatikan, Fajar memang sering bantu ibu Ning mengantar katering ke housing-housing yang memesannya. Sering kutemui dia dalam keadaan basah kuyup kedinginan tapi masih saja wajah polos itu tidak menampakkan tanda-tanda bahwa dia keberatan mengantar makanan katering itu. Bahkan ketika dia harus menunggu lama karena kami harus memakai jilbab. Sungguh jadi malu ketika aku menengok ke diriku sendiri mengingat betapa seringnya aku mengeluh masih belum bisa beradaptasi hidup mandiri walaupun sudah hampir 6 bulan tinggal jauh dari orang tua.Seorang Fajar yang masih SD saja bisa punya pikiran untuk membantu orang tuanya setidak-tidaknya belajar mengekang diri dari kemanjaan yang diberikan orang tuanya untuk bermain-main mencoba untuk belajar dewasa dengan masih tersenyum sementara aku yang umurnya sudah lebih dari dua kalinya umur Fajar masih saja “addict” sama kenyamanan rumah dan “keembok-emboken”
Tapi ya memang kalo cuma malu saja nggak akan ada perubahannya untukku. Memang rasa malu itu harus diikuti dengan keinginan untuk membenahi diri dan merealisasikannya. Makasih ya Fajar, aku banyak belajar dari keikhlasanmu, wajah polosmu yang tidak menyiratkan keberatan menghadapi keadaanmu, wajah yang tetap tersenyum walaupun yang kaulakukan adalah seseatu yang berat setidaknya untuk anak seusiamu. Terima kasih ya.
Posted in Life | Leave a Comment »
April 20, 2009 by errynosanctuary

Ketika aku bisa kerja di luar Jawa dan dapat kesempatan belajar mandiri seperti yang kuinginkan sejenak aku merasa bahagia. Tapi lama-lama kok rasanya jadi ada yang kurang. Merasa kadang hidup nggak adil dan aku merasa tidak bahagia. Bingung juga, apa yang kuinginkan kudapatkan tapi hanya kesenangan sesaat. Kok nggak lama gitu. Mungkin sesuai naturenya manusia kali ya, yang nggak pernah puas pada keadaan. Yah iseng-iseng aku tanya-tanya sama teman-teman kantor dan beberapa sumber lain. Apa sih sebenarnya kebahagiaan. Nah seorang teman kantor pernah bilang, kalo kebahagiaan baginya berarti dia bisa mengurus orang tuanya dan hidup secara cukup. Nggak mesti berlebihan dalam hal finansial tapi setidaknya untuk dia dan orang tuanya bisa hidup secara layak untuk kesehariannya.
Di suatu masa yang lain seorang teman yang sudah nyaman dengan status PNS nya berapi-api menasehati. Katanya kepadaku ” apa sih yang kau kejar, bagiku asal aku bisa cukup dan mampu beramal itu aku sudah bahagia. Nggak usah lihat orang lain yang sukses sampai ke luar negeri. Keadaan masing-masing orang nggak sama. Kita ini perempuan, asal mencukupi kebutuhan kita, sudah beramal dan membahagiakan orang tua, itu saja sudah cukup “
Beda lagi sama salah seorang temanku SMA. Kalo bagi dia kebahagiaan itu ya kalau dia sudah bisa mengumpulkan uang banyak. Pokoknya yang penting duit.
Nah penasaran ya udah tanya eyang Google buat cari definisi Happiness tapi kok nggak nemu yang ok untuk dicocokkan ma yang pengen aku tahu ya. Ya sudah akhirnya buka saja kamus dan cari definsi ato tepatnya arti happiness. Nah ada yang cocok. Happiness results from the possession or attainment of what one considers good. Nah berarti kebahagiaan itu bersifat terbuka. Tergantung dari masing-masing orang. Frase -of what one- bukan -of what everyone- mengimplikasikan bahwa bisa jadi kebahagiaan seseorang belum tentu menjadi kebahagiaan bagi orang lain. Jadi begitu ya. Yah …. berarti aku harus mendefinisikan kebahagianku sendiri karena aku berbeda, karena setiap orang berbeda. Bisa jadi yang membuatku bahagia hanya biasa saja untuk orang lain. Setiap orang unik kok. Setiap orang bebas mengekspresikan diri selama tidak mengganggu kepentingan umum (bukannya begitu, eh???!!). Jadi lets define our own happiness and keep fight to possess it.
Posted in Life | 2 Comments »
April 18, 2009 by errynosanctuary

Baru saja kemarin hal ini terjadi. Kebetulan hari Kamis, bosku pulang cepat ke *ak**ta. Nah anak-anak yang mau minta tanda tangan mesti cepet-cepet soalnya waktu dia terbatas sampai sebelum jam 12. Intinya jam 1 dia harus sudah hengkang dari site. Kebetulan aku termasuk salah satu pengantri. Aku ikut saja antri. Trus selesai antri ternyata jam sudah menunjukkan jam 12 lebih bahkan sudah jam 12.30 lebih. Parahnya anak-anak juga baru sadar kalo mobil yang biasa buat antar jemput lagi dipakai ke PT ILP dan belum pulang. Kelimpungan juga soalnya jam segitu sudah nggak ada tebengan, karyawan lain sudah pada pulang semua. Awalnya sih kami duduk-duduk di depan kantor. Lama-lama semakin stuck nothing to solve gitu akhirnya beberapa orang memutuskan untuk tidak pulang. ya sudah nunggu aja di kantor kata mereka. Aku dan sebagian teman yang lain masih bertahan di depan kantor. Pandang memandang, pandangan kami terpentok pada dua buah mobil bak terbuka di depan kantor. Mobil perusahaan itu. Ya sudah entah ide datang dari siapa kami akhirnya memutuskan pulang dengan meinta driver mobil itu mengantar kami. Tempat di depan cuma 3 padahal kami berdelapan. Mau nggak mau 5 orang mesti duduk di belakang. Aku termasuk golongan 5 orang yang duduk di belakang.Wuiih debunya minta ampun. sudah gitu anginnya lumayan wusshh. Tapi asyik juga rame-rame duduk di bak belakang cerita-cerita. Memang sih jaraknya nggak jauh jadi nyaman-nyaman saja. Coba belasan kilometer. Pasti ampun deh.
Posted in Life | 6 Comments »
April 11, 2009 by errynosanctuary
Wah pake part II segala, iya sih masalahnya ini terusan postingan yang pertama.
Bagian 2 Dimana Kamu Bisa Menemukan Apa Yang Kamu Inginkan
Bayangkan rasanya waktu dulu kita mau pendadaran. Oke sih mungkin kamu bilang ‘aku baik-baik saja, ok kok. nggak deg-degan. nggak nervous’ Tapi semakin mendekati waktu pendadaran. Detak jantung akan bertambah cepat. Akhirnya jadi gugup juga. Tambah pula waktu dipanggil ke dalam ruangan untuk mempresentasikan hasil penelitian kita. Wah … pokoknya rasanya nggak enak banget. Nah teman, begitulah rasanya keluar dari apa yang disebut sebagai zona nyaman kita. Perut teraduk-aduk, detak jantung semakin cepat, gugup dsb. Orang yang sudah merasa nyaman disebuah kondisi pastinya akan mencoba mempertahankan kenyamanan itu dan biasanya jadi males untuk bergerak ke arah yang tidak nyaman. Okelah mungkin untuk posting yang ini bahasanya kurang teratur dan kacau. Maklumlah masih di kantor. Tadi ada ultimatum dari bos belum boleh pulang. Walah malah jadi curhat, oke diteruskan ke topik. Jadi begini, orang itu ketika sudah nyaman biasanya males mencoba hal-hal yang mengganggu kenyamanan itu. Orang cenderung memilih untuk tetap merasa nyaman. Karena keluar dari zona nyaman kita itu begitu menakutkan. Padahal apa yang kita inginkan berada di luar zona nyaman kita. Apakah itu kesehatan yang lebih baik (misal dengan memaksa diri membuka mata di pagi hari untuk olahraga), cinta (misal dengan love confession), uang (misal dengan bekerja jauh dari rumah), atau sebuah tujuan pribadi yang penting untuk kita, semua yang kita inginkan menunggu diluar zona nyaman kita. Nah untuk mencapai yang kita inginkan kita harus memperlebar zona nyaman kita dengan ‘bite the bullet’ dan menapak ke zona kemungkinan kita. Awalnya tidak akan pernah nyaman tapi lama-lama kita akan terbiasa dan zona nyaman kita akan perlahan-lahan berkembang untuk dapat mencakup hal-hal yang kita inginkan dari hidup. Kemudian di lain waktu ketika kamu mengalami hal-hal yang memuakkan dengan keluar dari zona nyamanmu, jangan merasa malu dari hal itu, sebagai gantinya malah beranilah melangkah dan mengambil langkah awal menggapai apa yang kau inginkan. Faktanya ya semakin sering kita keluar dari zona nyaman kita dan mengalami pengalaman yang memuakkan itu, semakin cepat pula kita mewujudkan mimpi kita. Nah tips yang bisa kita lakukan adalah mereview tujuan dan mengenal aksi yang kau lakukan untuk mencapai mimpi itu, memutuskan untuk segera beraksi secepat mungkin, kemudian ketika sudah beraksi perhatikan bagaimana rasanya keluar dari zona nyamanmu. Yang terakhir praktekkan bagaimana membuat diri nyaman ketika keluar dari zona nyaman tersebut. Ya bisa dibilang membuat diri sendiri enjoy dengan keadaan tersebut. Kalau peribahasa sih berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Posted in Books | Leave a Comment »
February 21, 2009 by errynosanctuary
Di suatu masa waktu aku bekerja di GPM, aku dapat tugas untuk mengurus kedatangan barang consumable stillage tank. Bukan tugas yang berat sih karena memang sudah tugasku dan bukan hal itu yang akan diposting di blog ini. Tapi dari tugas itu akhirnya aku harus turun ke Tanjung Karang ditemani senior dan seorang driver. Nah apa sih gosip murahannya??
Jadi begini (geli juga sih tangan kalo nggak ditulis) di mobil cerita-cerita sama driver and senior. Sampailah cerita dimana kalo saat tutup giling di GPM pernah mengundang artis dangdut sebut saja D*** *ER*** (maaf memang dibintang-bintang soalnya walaupun katanya udah era bebas, reformasi gituh tapi ternyata masih sering juga orang-orang -yang nggak ngerti era kebebasan tapi sok tahu- teriak teriak namanya dicemarkanlah atau apalah padahal yang ditulis fakta. Nah sebelum manggung di GPM si artis ini dijemput dari bandara. Selama perjalanan dari bandara ke site ternyata sodara sodara si artis ini mengompol. Kata drivernya sih udah nggak tahan. ” Maaf ya mas” gitu kata si artis. Ya emang sih dibersihkan tapi ya ampun memangnya sampai begitunya ya. Sampai mengompol di jok mobil padahal usia sudah lebih dari 20 tahun.
Nah postingnya memang tidak berguna tapi geli juga sih masak sudah tua mengompol pula. Kalau menurutku sih ya di jalan itu kan pom bensin banyak, rumah makan juga banyak atau bahkan kalau terpaksa banget dan memang tak tertahankan kan semak-semak juga ada tapi kenapa gitu kenapa harus mengompol. Memangnya mau saingaan sama anak bayi.
Sudahlah posting ini isinya memang tak berguna tapi risih juga kalo nggak di posting.
Peace !!!
Posted in Life | Leave a Comment »
February 18, 2009 by errynosanctuary
Warning : tulisan ini memang dibuat agar tidak nyambung karena sedang stuck ide >>> he he he he he
Di tempatku bekerja, salah satu sumber irigasi untuk tanaman tebu adalah air yang berasal dari lebung. Waktu tahu hal itu, langsung ada ketertarikan untuk menuliskan tentang lebung di blog ini. Wajar saja masalahnya irigasi termasuk salah satu ilmu yang dipelajari di jurusanku, teknik pertanian, walaupun tidak secara mendalam. Lebung itu sendiri merupakan cekungan tanah yang terisi dengan air hujan. Ada juga yang biasa menyebutnya “lebak”. Kondisi fisiknya sejauh pengamatanku selama hampir 3 bulan bekerja disini, mirip dengan rawa. Secara imajiner bisa dibayangkan cekungan yang berisi air yang di cekungan tersebut masih banyak tanaman-tanaman yang tahan hidup di air. Sebagai sumber air irigasi masih diperlukan usaha untuk bisa mengalirkan air dari lebung ke tanaman. Ditempatku bekerja digunakan pompa untuk mengalirkan air tersebut. Selain itu untuk menjaga agar jumlah air tetap mencukupi (air tidak pergi karena faktor ketinggian tempat) dibuatlah sekat untuk lebung. Secara keseluruhan lebung bisa disekat menjadi beberapa bagian dan setiap bagian bisa digunakan untuk mengairi petak tanaman tebu secara lebih merata dibandingkan dengan pada waktu lebung belum dibangunkan sekat.
Untuk perawatan lebung agar bisa digunakan secara kontinu mengairi petak tanaman tebu, biasanya diadakan penggalian endapan dan pembersihan tanaman yang ada di tengah lebung. Dengan begitu volume air yang tertampung akan lebih banyak dan efeknya air yang terdistribusi untuk irigasi juga lebih banyak.
Selain ada yang disebut lebung ada juga yang disebut payroll. Payroll itu tempat pembayaran gaji untuk pekerja harian. Pembayaran gaji dilakukan setiap satu minggu sekali pada hari sabtu. Setiap sabtu payroll jadi tempat yang lumayan asyik untuk dikunjungi (di site SGC maksudnya) karena banyak orang berkumpul disana dan banyak orang jualan. Pokoknya mirip seperti pasar kaget. Ada penjual buah, baju, aksesoris, makanan ya lumayan lengkap untuk ukuran site-nya plantation tebu. Yang datang ke situ nggak cuma pekerja harian saja, ada banyak karyawan lain dari manajer plantation, officer sampai pekerja lain yang sering datang ke situ. Biasanya aku sama teman-teman main ke situ untuk berbagai macam kegiatan. Entah durenan (makan duren), mie ayaman (makan mie ayam) atau bisa juga baksonan (makan bakso).
Foto di Payroll

Posted in Life | 2 Comments »